Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Siapa Jodohku?

Jumat lalu (13/7), di dalam bis kampus, saat menunggu berangkat tiba-tiba kepikiran tentang jodoh. Penasaran. Siapa ya jodohku? Beberapa hari sebelumnya, aku baru sempat baca kiriman beberapa isi seminar online yang sebenarnya sudah beberapa waktu lalu diikuti sahabatku. Narasumbernya penulis muslimah yang sudah menikah. Buku yang ditulisnya berjudul OTW Halal. Hal yang paling aku ingat adalah bagaimana dia bertemu suaminya. Dia pernah pacaran, tapi sudah taubat dan dia menyesal bukan main katanya. Dia juga pernah mengagumi dalam diam, dan menurutnya itu ngga ada ujungnya. Hindari mengagumi dalam diam katanya, kurang lebih intinya seperti itu yang aku ingat.  Suatu hari dia memantapkan hati dan berniat untuk menikah, padahal belum ada calonnya, belum ada yang melamar. Tapi dia sudah menyampaikan niatnya itu ke neneknya, orang yang selama ini mengasuhnya, karena dia yatim piatu. Saat itu dia baru beberapa bulan kerja setelah lulus kuliah. Saat di kantor, masih di jam kerja, seo...

Doa Untuk Jodoh

Ya Allah, jika Engkau menghendaki, aku ingin dia adalah jodohku.  Mudahkanlah jalan kami menuju ridho-Mu. Mudahkanlah kami dalam memperbaiki akhlak sebelum kami Engkau persatukan dalam ridho-Mu. Ya Allah, jika Engkau menghendaki, persatukan kami dengan cara yang Engkau ridhoi. Mantapkan hati kami. Mudahkanlah, lancarkan, dan segerakan jalan kami jika Engkau memang meridhoi. Ya Allah, jika memang dia bukan jodohku, mudahkanlah aku bertemu dengan dia yang Engkau ridhoi. Mudahkanlah jalan kami menuju ridho-Mu. Mudahkanlah kami dalam memperbaiki akhlak sebelum kami Engkau persatukan dalam ridho-Mu. Ya Allah, jika Engkau menghendaki, persatukan kami dengan cara yang Engkau ridhoi. Mantapkan hati kami. Mudahkanlah, lancarkan, dan segerakan jalan kami jika Engkau memang meridhoiku dengan yang lain yang bukan dia. Amiin. Sungguh aku yakin Engkau Maha Mengetahui dan Berhendak. Sore di Bis Flash, Jumat, 13 Juli 2018.

Tanya dan Candu

Tidak semua tanya kau perlu jawabnya Tanya dalam benakmu terkadang baiknya biarkan tetap jadi tanya Sampai kau temukan jawabnya, kau akan tinggalkan tanya itu di belakang Bisa saja kau akan lupakan tanya itu Sama sekali lupa  Bisa saja tak pernah mengingatnya bahwa kau pernah penasaran setengah mati akan jawabnya Jika jawabnya mengecewakan atau tak sesuai harapanmu Atau sampai kau temukan jawabnya, kau akan mengingatnya Mengingatnya setiap waktu Kau akan menyimpannya dan memutarnya lagi dan lagi Seperti candu rasanya Jika jawabnya menyenangkan, menenangkan, membahagiakan, membuatmu tersenyum, bahkan sebelum kau memasang target harapanmu Memang baiknya tak perlu kutemukan jawabnya Karena kini kutemukannya Bahkan tak pernah kusangka  temukannya  akan semudah ini  Dan kini yakinlahku tak lupakan tanya itu di belakang  Karena kini kurasakan candu Memang benar katamu Tidak semua tanya kau perlu jawabnya Danau, Sore, ...

Takdir (Juang III)

Orang bilang pertemuan pertama adalah hal biasa. Orang bilang pertemuan kedua adalah suatu kebetulan. Dan orang bilang pertemuan ketiga adalah takdir. Aku telah melewati kebetulan itu. Jadi, kapan aku melewati takdir? Aku menunggu.