Ini kutulis sehari setelah kejadian paling ehm paling apa ya? Kejadian paling penuh perjuangan (?) Ah, whatever. Ya, kemarin itu hari aku janjian sama Mas Yoga, fotografer salah satu tim basket profesional di NBL (National Basketball League), CLS Knights Surabaya.
Aku menang kuis yang dibikin Mas Yoga di twitter, #KuisFotoCLS sekitar tanggal 19-20 April gitu. Hadiahnya foto semua pemain CLS Knights lengkap dengan tanda tangan dan dibingkai. Ada dua pemenang di kuis itu. Setelah diumumkan pemenangnya, aku tanya via mention di twitter ke Mas Yoga, 'kpn bs diterima hadiahnya ya, Mas?'. Beberapa jam kemudian dibales. Aku disuruh kirim data diri termasuk alamat ke emailnya. Langsung aku kirim email ke dia. Setelah itu, aku beri tahu dia via mention, kalo aku sudah kirim email. Dia bales, emailku sudah diterima & aku disuruh tunggu kirimannya.
Yeaay! Aku seneng dong. Mas Yoga bikin kuis itu pas ada pertandingan Seri VI di DBL Arena Surabaya. Aku pikir bakal disuruh ambil hadiahnya di DBL Arena. Tapi ternyata aku tinggal tunggu hadiahnya dateng di rumah, karena bakal dikirim.
Karena Mas Yoga tinggal di Surabaya & aku di Sidoarjo, aku pikir nggak butuh waktu lama buat kirim barang. Dua hari, tiga hari, seminggu, sepuluh hari, dua minggu. Ya, sudah dua minggu lebih aku tunggu, nggak ada kurir pengantar hadiah #KuisFotoCLS yang datang ke rumah.
Enam hari yang lalu, aku beranikan diri tanya ke pemenang kuis yang satu via mention di twitter. Aku tanya apa dia sudah terima hadiahnya. Dia bilang belum, Mas Yoga belum kasih kabar. Hhmm berarti nggak cuma aku yang belum terima hadiah.
Tiga hari yang lalu, tepatnya 6 Mei, Mas Yoga beri tahu aku kalau ternyata ada masalah pengiriman karena barang yang dikirim itu ada kaca dan tanya kapan bisa ketemu. Aku bilang besok bisa. Dia bilang gimana kalau ketemu di DBL Arena. Sudah kuduga, bakal ketemu di DBL Arena. Karena kebetulan sejak 4 Mei-15 Juni ada pertandingan DBL disana. Aku menyanggupi & aku tanya jam berapa ketemunya. Mas Yoga nggak bales sampai besok. Besoknya Mas Yoga bales, gimana kalau ketemu jam 4 di food court DBL Arena. Aku menyanggupi.
Fix. Jam 4 di food court DBL Arena. Begitu ada disana aku tinggal cari orang yang mukanya kayak di avatar twitter Mas Yoga. Aku pikir aku nggak perlu minta nomer handphone nya. Dan aku berhubungan dengan Mas Yoga via twitter. Aku jarang banget beli pulsa reguler, aku lebih sering beli pulsa SMS karena aku nggak pernah pakai internet dengan pulsa & aku nggak suka telponan. Tapi kebetulan sejak Sabtu lalu Mama transfer pulsanya (otomatis reguler) ke aku.
Jam 3 kurang 10 menit aku berangkat dari rumah. Aku naik angkot sama adikku. Aku belum boleh naik motor sampai Surabaya karena aku belum punya SIM.
Jam 4 lebih 4 menit aku sampai di food court DBL Arena. Aku duduk disana dengan adikku. Aku lihat sekeliling, belum ada orang yang mirip di avatar twitter Mas Yoga. Hhmm oke, tunggu. Setengah jam. 45 menit. Adikku mulai bosan. Aku berulang kali meng-update twitter. Nggak ada perubahan. Argh error! Internet di handphone ku nggak bisa! Aku pasrah. Aku cuma bisa nunggu. Satu jam. Adikku minta pulang. Karena memang aku ijin Mama pergi cuma sebentar. Sebenernya kesel. Aku pikir Mas Yoga kena macet, karena pas jam pulang kerja. Argh!
Akhirnya aku & adikku keluar DBL Arena, berniat pulang. Di angkot, aku coba cek lagi twitterku. Bisa! Mention dari Mas Yoga, 48 menit yang lalu. Mas Yoga nggak telat. Dia bilang, suruh beri tahu di kalo aku sudah di DBL Arena, dia DIATAS. Dia nonton pertandingan di arena. Duh! Aku jadi nggak enak sama Mas Yoga. Ini gara-gara koneksi internet! Aku bingung musti dibales atau enggak. Nanti Mas Yoga pikir aku dateng telat atau argh!
Aku mulai panik. Pulang atau turun disitu juga. Waktu itu belum jauh dari DBL Arena. Akhirnya aku turun dari angkot di Taman Pelangi. Aku nggak membalas mention nya. Aku menyeberang jalan, naik angkot lagi ke DBL Arena. Huuft. Saat dekat dengan DBL Arena, aku membalas, 'masih diatas kan? Aku tunggu di food court'.
Aku sampai di foodcourt DBL Arena lagi. Huuft! Sebelum masuk area foodcourt, aku lihat orang yang mirip Mas Yoga. Dia lagi ngobrol. Sekilas kayaknya dia juga lihat ke arahku. Aku & adikku duduk di area food court. Dudukku membelakangi orang mirip Mas Yoga tadi. Sebaliknya, adikku duduk menghadapnya. Aku kembali meng-update twitter. Nihil! Error lagi!
Adikku bilang, 'kayaknya beneran itu orangnya'. Aku masih ragu buat lihat lagi ke arah orang itu. Adikku juga bilang, 'dari tadi dia juga cek HP nya terus'. Duuh aku bingung! Masa iya aku datengin dia. Dia lagi ngobrol sama temen-temennya dan temen-temennya cowok, kan sungkan.
Aku minta adikku anterin aku ke toilet. Keluar dari toilet, adikku usul, 'keluar aja, cek twittermu diluar! Ayo!'. Kenapa nggak dari tadi aja ya aku gitu. Aku keluar DBL Arena, duduk di tangga depan pintu masuk. Yes bisa! Mention dari Mas Yoga, dia di food court deket stand yang ada orang mirip Mas Yoga tadi. Berarti bener itu tadi Mas Yoga! Ada 2 mention. Satunya, 'dimana?'. Aku balas kalo aku di food court & aku nyebutin ciri-ciriku, warna bajuku & warna tasku. Nggak bisa. Duh! Ah biarin. Aku masuk lagi ke DBL Arena. Aku lihat di food court lumayan sepi. Di tempat tadi aku lihat Mas Yoga, juga sudah sepi. Aku belum masuk ke area food court. Aku cek handphone ku. Eh ternyata balasanku terkirim. Dan mungkin Mas Yoga sudah baca. Aku mau balik arah cari Mas Yoga, pas Mas Yoga datengi aku & adikku.
Dan bertemulah aku dengan Mas Yoga. Haah lega! Aku terima hadiahnya. Aku bolak-balik bilang terima kasih & maaf ngerepotin ke Mas Yoga. Mas Yoga bilang aku disuruh nge-tweet kalau hadiahnya ku foto. Aku bilang iya.
Sebenernya aku nggak ada niat buat upload gambar hadiah itu ke twitter atau apapun. Kesel aja soalnya lama banget nunggu ngirimnya. Eh ternyata nggak jadi dikirim pula! Dan musti penuh perjuangan buat terima hadiah itu.
Tapi ya karena Mas Yoga minta itu & aku udah ngerasa nggak enak sama dia, ya aku iyain aja.
Yeay! Alhamdulillah, akhirnya sampe di tanganku juga hadiah ini.
Sekitar jam 6, aku keluar dari DBL Arena. Berdua sama adikku, aku jalan ke arah jembatan penyeberangan. Sampai di seberang, kami tunggu angkot. Semenit. Sepuluh menit. Lima belas menit. Setengah jam. Kok tumben lama amat angkot lewat. Angkot yang mau kunaiki ini biasanya banyak berkeliaran. Malem ini kok jarang lewat ya. Jalanan ke arah Surabaya macet total, kendaraan hampir nggak bergerak. Sebaliknya, jalanan ke arah Sidoarjo lancar banget.
Sejam. Semua angkot yang lewat penuh penumpang. Angkot yang lewat cuma beberapa. Biasanya bejibun. Ada angkutan umum lain yang menuju ke arah Sidoarjo, Bison. Itu juga sama, jarang lewat. Sekalipun lewat penuh penumpang.
Nggak enak rasanya berlama-lama kena angin malam di pinggir jalan raya. Adikku mulai ngomel-ngomel & ngeluh pusing. Aku juga sebel karna mataku berkali-kali kelilipan. Kaki juga udah mulai pegel berdiri. Sudah sejak tadi aku nyuruh adikku buat kirim SMS ke Mama, kasih kabar kalo kita belum dapet angkot.
Aku pengen naik taksi aja. Tapi ya sayang duitku. Berapa ongkos taksi Surabaya-Sidoarjo? Mama telpon. Di telpon, aku ijin Mamaku buat naik taksi. Mama bilang sabar tunggu angkot aja. Terserah angkot atau bison, apa aja yang nggak rame penumpang & lewat lebih dulu.
Satu setengah jam. Mama mengirimiku SMS, tanya apa aku sudah dapat angkot. Aku bilang belum. Aku dan adikku masih menunggu. Akhirnya, setelah menunggu lebih dari 2 jam, angkot yang ingin aku tunggu datang juga. Aaah akhirnya dapat angkot juga. Sampailah aku di rumah jam 10 lebih.
Aaah benar-benar penuh perjuangan.

Sebenernya aku nggak ada niat buat upload gambar hadiah itu ke twitter atau apapun. Kesel aja soalnya lama banget nunggu ngirimnya. Eh ternyata nggak jadi dikirim pula! Dan musti penuh perjuangan buat terima hadiah itu.
Tapi ya karena Mas Yoga minta itu & aku udah ngerasa nggak enak sama dia, ya aku iyain aja.
Yeay! Alhamdulillah, akhirnya sampe di tanganku juga hadiah ini.
Sekitar jam 6, aku keluar dari DBL Arena. Berdua sama adikku, aku jalan ke arah jembatan penyeberangan. Sampai di seberang, kami tunggu angkot. Semenit. Sepuluh menit. Lima belas menit. Setengah jam. Kok tumben lama amat angkot lewat. Angkot yang mau kunaiki ini biasanya banyak berkeliaran. Malem ini kok jarang lewat ya. Jalanan ke arah Surabaya macet total, kendaraan hampir nggak bergerak. Sebaliknya, jalanan ke arah Sidoarjo lancar banget.
Sejam. Semua angkot yang lewat penuh penumpang. Angkot yang lewat cuma beberapa. Biasanya bejibun. Ada angkutan umum lain yang menuju ke arah Sidoarjo, Bison. Itu juga sama, jarang lewat. Sekalipun lewat penuh penumpang.
Nggak enak rasanya berlama-lama kena angin malam di pinggir jalan raya. Adikku mulai ngomel-ngomel & ngeluh pusing. Aku juga sebel karna mataku berkali-kali kelilipan. Kaki juga udah mulai pegel berdiri. Sudah sejak tadi aku nyuruh adikku buat kirim SMS ke Mama, kasih kabar kalo kita belum dapet angkot.
Aku pengen naik taksi aja. Tapi ya sayang duitku. Berapa ongkos taksi Surabaya-Sidoarjo? Mama telpon. Di telpon, aku ijin Mamaku buat naik taksi. Mama bilang sabar tunggu angkot aja. Terserah angkot atau bison, apa aja yang nggak rame penumpang & lewat lebih dulu.
Satu setengah jam. Mama mengirimiku SMS, tanya apa aku sudah dapat angkot. Aku bilang belum. Aku dan adikku masih menunggu. Akhirnya, setelah menunggu lebih dari 2 jam, angkot yang ingin aku tunggu datang juga. Aaah akhirnya dapat angkot juga. Sampailah aku di rumah jam 10 lebih.
Aaah benar-benar penuh perjuangan.

Komentar
Posting Komentar