Langsung ke konten utama

Jemari Tak Lentik & Permata Langka

Cemburu (Part 2) 
...Tak ada reaksi apapun dari jemari tak lentik saat melihat jemari lentik tak berkuku sedang memainkan dan mengelus-elus permata langka yang ia dambakan. Jemari tak lentik hanya bisa menangis dalam hati melihat kejadian yang langsung ia saksikan sendiri. Rasa ingin memiliki yang begitu dalam hingga bertahun-tahun dirasakan oleh jemari tak lentik. Namun sama sekali ia tak pernah berusaha untuk mendapatkan apalagi merebut permata langka idamannya itu dari jemari lentik tak berkuku. 

Menurutnya, kuasa dan takdir Tuhan jauh lebih indah dari yang hamba-Nya pikirkan. Kalaupun permata langka ditakdirkan menjadi miliknya, maka suatu saat jemari lentik tak berkuku pasti akan merelakan permata langka untuknya. Dan kalaupun permata langka sama sekali tidak ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi miliknya, jemari tak lentik yakin, bahwa Tuhan telah mentakdirkan permata lain yang jauh lebih indah dari permata langka yang sekarang ia impikan. 

Jemari tak lentik hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa ia saat ini belum bisa memiliki permata langka yang ia dambakan itu. Ia berusaha merelakan permata langka untuk jemari lentik tak berkuku. Meski sampai saat ini jemari tak lentik belum sepenuhnya rela. Lagipula menurutnya permata langka sangat manis melingkar di jemari lentik tak berkuku. 

Jemari tak lentik terkadang berusaha untuk melupakan keinginan terbesarnya untuk memiliki permata langka. Tetapi, semakin ia berusaha untuk melupakannya, semakin besar rasa ingin memilikinya dan mendapatkan permata langka. Tak bosan-bosannya jemari tak lentik memikirkan, membayangkan satu waktu nanti ia bisa mendapatkan permata langka, memiliki permata, memainkan dan mengelus-elus permata di jemarinya. Tapi itu hanya angan semu belaka. Mustahil baginya memiliki permata langka itu, pikirnya. Karena permata langka telah ada di tangan jemari lentik tak berkuku dan permata langka memang sepantasnya dipasangkan di lingkar jemari lentik tak berkuku.

Komentar